Sabtu, 09 Juni 2012

Puisi Chairil Anwar | KRAWANG-BEKASI

Puisi Chairil Anwar | KRAWANG-BEKASI . Apakah anda sedang mencari kumpulan puisi Chairil Anwar. Tepat sekali anda masuk ke blog ini, karena disini saya sengaja memberikan kumpulan puisi-puisi karya Chairil Anwar, Yang pertama puisi yang berjudul KRAWANG-BEKASI .

Semoga puisi ini seperti yang anda cari. Jangan lupa kalau u puisi ini anda baca di depan orang banyak atau di atas panggung, cobalah berlatih dengan penuh penghayatan.

KRAWANG-BEKASI
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Mendung Panas - All Rights Reserved Mendung Panas by Mendung Panas